Contact Us

Contact Us

IsuzuPower Whatssapp

Genset Diesel untuk Peternakan : Cara Menentukan Kapasitas yang Tepat

by | Jul 17, 2026

Genset Diesel Untuk Peternakan, dalam bisnis peternakan, pasokan listrik yang stabil merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kelangsungan operasional. Pemadaman listrik dapat mengganggu berbagai peralatan seperti pompa air, sistem ventilasi kandang, mesin pakan otomatis, inkubator. Oleh karena itu, penggunaan genset diesel menjadi solusi andal sebagai sumber listrik cadangan maupun utama di lokasi peternakan.

Namun, memilih genset tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kapasitas yang terlalu kecil dapat menyebabkan genset bekerja berlebihan dan cepat rusak, sedangkan kapasitas yang terlalu besar membuat biaya investasi dan konsumsi bakan bakar menjadi kurang efisien. Berikut panduan menentukan kapasitas genset diesel yang tepat untuk kebutuhan peternakan.

Mengapa Memilih Genset Diesel untuk Peternakan?

  1. Buat Daftar Seluruh Peralatan Listrik

Langkah pertama adalah mencatat seluruh peralatan yang akan disuplai oleh genset.

Misalnya:

  • Pompa air
  • Exhaust dan atau blower kandang
  • Mesin pakan otomatis
  • Lampu kandang
  • Inkubator telur
  • Sistem kontrol otomatis
  1. Hitung Total Beban Listrik

Jumlahkan seluruh daya peralatan yang kemungkinan menyala secara bersamaan.

  1. Perhatikan Arus Start Motor

Peralatan seperti pompa air, blower, kompresor, dan motor listrik membutuhkan arus awal (starting current) yang lebih besar dibandingkan saat beroperasi normal. Pada saat dinyalakan, kebutuhan dayanya dapat mencapai 2–3 kali lipat dari daya nominal.

Karena itu, kapasitas genset harus mampu mengakomodasi lonjakan daya tersebut agar tidak mengalami overload atau gagal menghidupkan peralatan.

  1. Tambahkan Cadangan Kapasitas

Idealnya, genset tidak bekerja terus-menerus pada beban maksimum. Tambahkan cadangan sekitar 20–30% dari total kebutuhan listrik

     Contoh:

   Total beban = 8 kW

   Cadangan 25%

   8 kW × 1,25 = 10 kW

  Artinya, genset dengan kapasitas sekitar 10 kW lebih aman dan memberikan ruang apabila   di kemudian hari terdapat penambahan peralatan

  1. Konversi ke kVA

Sebagian besar genset dipasarkan menggunakan satuan kVA, sedangkan kebutuhan listrik sering dihitung dalam kW.

Rumus sederhana:

kVa = kW ÷ Faktor Daya (Power Factor)

Jika menggunakan faktor daya 0,8:

10 kW ÷ 0,8 = 12,5 kVA

Maka genset yang direkomendasikan adalah sekitar 12,5–15 kVA.

Sesuaikan dengan Jenis Peternakan

Setiap jenis usaha peternakan memiliki karakteristik kebutuhan listrik yang berbeda.

Peternakan Ayam

Kebutuhan listrik umumnya digunakan untuk:

  • Sistem ventilasi
  • Lampu kandang
  • Pemanas DOC
  • Mesin pakan otomatis
  • Sistem minum otomatis

Gangguan listrik dalam waktu singkat dapat memengaruhi kesehatan ayam dan produktivitas kandang.

Peternakan Sapi Perah

Peralatan yang banyak digunakan meliputi:

  • Mesin perah susu
  • Pendingin susu
  • Pompa air
  • Sistem pencahayaan
  • Mesin pencampur pakan

Kapasitas genset perlu memperhitungkan beban motor listrik yang cukup besar.

Peternakan Babi

Peternakan babi membutuhkan sistem ventilasi dan pendingin kandang yang bekerja hampir sepanjang hari. Oleh sebab itu, genset harus memiliki kapasitas yang stabil untuk penggunaan berkelanjutan.

Jangan Lupakan Faktor Pertumbuhan Usaha

Setiap jenis usaha peternakan memiliki karakteristik kebutuhan listrik yang berbeda.

Peternakan Ayam

Kebutuhan listrik umumnya digunakan untuk:

  • Sistem ventilasi
  • Lampu kandang
  • Pemanas DOC
  • Mesin pakan otomatis
  • Sistem minum otomatis

Gangguan listrik dalam waktu singkat dapat memengaruhi kesehatan ayam dan produktivitas kandang.

Peternakan Sapi Perah

Peralatan yang banyak digunakan meliputi:

  • Mesin perah susu
  • Pendingin susu
  • Pompa air
  • Sistem pencahayaan
  • Mesin pencampur pakan

Kapasitas genset perlu memperhitungkan beban motor listrik yang cukup besar.

Peternakan Babi

Peternakan babi membutuhkan sistem ventilasi dan pendingin kandang yang bekerja hampir sepanjang hari. Oleh sebab itu, genset harus memiliki kapasitas yang stabil untuk penggunaan berkelanjutan.

Jangan Lupakan Faktor Pertumbuhan Usaha

Banyak peternak hanya menghitung kebutuhan saat ini. Padahal, kapasitas kandang sering bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Memilih genset dengan cadangan daya yang cukup akan mengurangi kebutuhan mengganti genset saat usaha berkembang.

Tips Memilih Genset Diesel untuk Peternakan

Selain kapasitas, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih mesin diesel dari merek yang memiliki reputasi baik.
  • Pastikan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual.
  • Sesuaikan tipe genset (open atau silent) dengan lokasi pemasangan.
  • Pilih genset yang memiliki sistem proteksi terhadap overload dan tegangan tidak stabil.
  • Lakukan servis berkala agar performa genset tetap optimal.

Tips Memilih Genset Diesel untuk Peternakan

Menentukan kapasitas genset diesel untuk peternakan memerlukan perhitungan yang cermat. Mulailah dengan menghitung total daya seluruh peralatan, mempertimbangkan lonjakan arus saat start, kemudian tambahkan cadangan kapasitas sekitar 20–30%. Dengan memilih kapasitas yang tepat, operasional peternakan dapat berjalan lebih aman, efisien, dan produktif meskipun terjadi pemadaman listrik.

Investasi pada genset diesel yang sesuai bukan hanya memberikan perlindungan terhadap gangguan listrik, tetapi juga membantu menjaga produktivitas ternak, mengurangi risiko kerugian operasional, dan mendukung perkembangan usaha peternakan dalam jangka panjang.

Hotline : Ina 0877 3923 5740